Jakarta, 7 Mei 2026 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Iran telah menyetujui proposal utama yang menegaskan negara tersebut tidak boleh memiliki senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya pembicaraan antara Washington dan Teheran terkait upaya meredakan ketegangan konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Trump mengatakan pembicaraan dengan pihak Iran berjalan positif dan membuka peluang tercapainya kesepakatan baru mengenai program nuklir Teheran. Ia menegaskan salah satu syarat utama dalam negosiasi tersebut adalah Iran tidak diperbolehkan mengembangkan senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
Meski demikian, pemerintah Iran hingga kini disebut masih meninjau proposal yang diajukan Amerika Serikat dan belum memberikan keputusan final. Sejumlah pejabat Iran menegaskan program nuklir negaranya selama ini ditujukan untuk kepentingan damai dan energi sipil, bukan untuk pengembangan senjata.
Pembicaraan kedua negara disebut melibatkan sejumlah mediator internasional dan menjadi bagian dari upaya mengakhiri ketegangan yang sempat memicu konflik militer di kawasan Timur Tengah. Selain isu nuklir, negosiasi juga dikabarkan mencakup pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz serta kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.
Pernyataan Trump langsung menjadi perhatian dunia internasional karena kesepakatan nuklir dengan Iran selama ini merupakan isu sensitif yang memengaruhi stabilitas regional maupun global. Pasar energi dunia juga memantau perkembangan negosiasi tersebut karena konflik di Timur Tengah berdampak langsung terhadap harga minyak internasional.
Namun, sejumlah analis menilai jalan menuju kesepakatan final masih cukup panjang. Beberapa poin penting disebut masih menjadi perdebatan, termasuk soal pengayaan uranium, mekanisme inspeksi internasional, dan jaminan pencabutan sanksi ekonomi.
Di sisi lain, sejumlah negara sekutu Amerika Serikat dan organisasi internasional terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Mereka berharap negosiasi dapat mencegah eskalasi militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Trump sendiri menyatakan optimistis kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat apabila kedua pihak mampu menyepakati poin-poin utama yang sedang dibahas. Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah tegas apabila proses negosiasi gagal mencapai hasil.








