Jakarta, 6 Mei 2026 — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Vatican City saat anggota baru Swiss Guard resmi menjalani upacara pengambilan sumpah sebagai bagian dari pasukan pengawal kepausan tertua di dunia.
Upacara tersebut berlangsung dengan penuh tradisi dan dihadiri keluarga anggota, pejabat Vatikan, serta tamu undangan dari berbagai negara. Para anggota baru mengenakan seragam khas berwarna biru, merah, dan kuning yang selama ini identik dengan Garda Swiss.
Dalam prosesi sakral itu, para prajurit mengucapkan sumpah setia untuk melindungi Paus dan menjaga keamanan Vatikan. Mereka juga berjanji menjalankan tugas dengan loyalitas, kehormatan, dan dedikasi penuh sesuai tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Garda Swiss dikenal sebagai pasukan elite yang memiliki sejarah panjang sejak awal abad ke-16. Selain bertugas menjaga keamanan Paus, mereka juga menjadi simbol penting tradisi dan identitas Vatikan di mata dunia.
Untuk dapat bergabung, calon anggota Garda Swiss harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat, termasuk berkewarganegaraan Swiss, beragama Katolik, serta telah menjalani pelatihan militer di negara asal mereka.
Upacara pengambilan sumpah biasanya digelar setiap tahun dan menjadi salah satu momen penting di Vatikan. Tradisi ini juga mengenang pengorbanan Garda Swiss yang gugur saat mempertahankan Paus dalam peristiwa bersejarah pada abad ke-16.
Banyak wisatawan dan masyarakat internasional tertarik menyaksikan prosesi tersebut karena dianggap unik dan sarat nilai sejarah. Seragam khas serta tata upacara tradisional Garda Swiss kerap menjadi daya tarik tersendiri di Vatikan.
Dengan resmi dilantiknya anggota baru, Garda Swiss kembali menegaskan perannya sebagai salah satu institusi keamanan tertua dan paling ikonik di dunia yang terus mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman modern.








