Pandeglang, 18 September 2026 – Mawar putih dan doa menjadi simbol harapan bagi lima jurnalis yang masih dinyatakan hilang bersama tiga kru kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda. Momen penuh haru tersebut berlangsung setelah operasi pencarian aktif terhadap rombongan resmi dihentikan pada hari kesepuluh. Keluarga, kerabat, dan rekan sesama jurnalis berkumpul untuk memanjatkan doa agar seluruh orang yang belum ditemukan dapat kembali dengan selamat. Mawar putih diletakkan sebagai bentuk solidaritas sekaligus harapan di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti keberadaan mereka. Meski operasi SAR gabungan telah ditutup, keluarga dan rekan-rekan korban masih menyimpan harapan munculnya petunjuk baru. Doa pun menjadi cara mereka mempertahankan harapan setelah sepuluh hari mengikuti proses pencarian di kawasan Selat Sunda.
Suasana emosional terasa kuat ketika keluarga dan rekan jurnalis berkumpul di sekitar posko pencarian. Selama operasi berlangsung, mereka menunggu setiap perkembangan yang disampaikan tim SAR dengan harapan mendapatkan kabar mengenai keberadaan rombongan. Hari demi hari berlalu tanpa kepastian, sementara area pencarian terus diperluas ke berbagai sektor. Ketika operasi akhirnya dinyatakan selesai, kesedihan tidak dapat disembunyikan oleh sejumlah anggota keluarga. Sebagian terlihat saling menguatkan ketika mendengar penjelasan mengenai hasil evaluasi pencarian. Mawar putih yang hadir dalam kegiatan doa kemudian menjadi simbol bahwa harapan terhadap keselamatan orang-orang yang hilang belum sepenuhnya berakhir.
Lima jurnalis tersebut diketahui melakukan perjalanan menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 bersama tiga kru menuju kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum kemudian dilaporkan hilang kontak. Perjalanan yang semula berkaitan dengan kegiatan peliputan berubah menjadi operasi pencarian besar setelah komunikasi dengan kapal tidak dapat dilakukan. Berbagai unsur kemudian dikerahkan untuk melakukan penyisiran berdasarkan informasi terakhir mengenai perjalanan rombongan. Pencarian dilakukan di laut sekaligus sejumlah kawasan daratan yang dinilai mempunyai kemungkinan berkaitan dengan pergerakan kapal maupun penumpang. Kondisi Selat Sunda yang luas dan dinamis menjadi salah satu tantangan selama operasi berlangsung. Hingga berakhirnya operasi aktif, belum ditemukan tanda yang memberikan kepastian mengenai keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya.
Operasi pencarian awalnya berlangsung selama tujuh hari sebelum kemudian diperpanjang tiga hari. Perpanjangan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada tim gabungan memperluas penyisiran dan memeriksa berbagai kemungkinan berdasarkan perhitungan operasi SAR. Kapal pencari bergerak menuju sejumlah sektor perairan, sementara personel lainnya melakukan pemantauan di wilayah yang dianggap relevan. Setiap laporan maupun informasi yang muncul selama pencarian diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan rombongan yang hilang. Tim juga mempertimbangkan pergerakan arus dan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi kemungkinan posisi kapal. Namun, tambahan waktu pencarian tersebut belum menghasilkan temuan yang dapat memastikan lokasi Arupadhatu 1.
Bagi komunitas jurnalis, hilangnya lima rekan mereka meninggalkan kesedihan mendalam karena peristiwa terjadi ketika para jurnalis sedang menjalankan kegiatan peliputan. Solidaritas kemudian muncul dari berbagai kalangan melalui doa dan dukungan kepada keluarga. Rekan-rekan seprofesi mengikuti perkembangan pencarian sejak hari pertama dan berharap setiap operasi yang dilakukan dapat menghasilkan petunjuk. Ketika pencarian aktif berakhir, dukungan tersebut tidak berhenti begitu saja. Mawar putih dan doa menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan harapan agar seluruh orang yang hilang masih dapat ditemukan. Kebersamaan itu juga menjadi penguat bagi keluarga yang harus menghadapi masa penantian tanpa kepastian.
Berakhirnya operasi SAR aktif tidak berarti setiap kemungkinan pencarian telah tertutup. Informasi baru yang konkret mengenai kapal atau orang-orang yang hilang tetap dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Masyarakat pesisir, nelayan, dan kapal yang melintasi kawasan Selat Sunda juga dapat memberikan laporan apabila menemukan objek yang diduga berkaitan dengan Arupadhatu 1. Setiap informasi perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum menjadi dasar tindakan lanjutan. Apabila ditemukan petunjuk yang dinilai kuat, kemungkinan dilakukannya kembali operasi pencarian tetap terbuka sesuai prosedur. Kondisi tersebut membuat keluarga masih menyimpan harapan bahwa perkembangan baru dapat muncul setelah operasi gabungan dihentikan.
Selama sepuluh hari pencarian, luas wilayah menjadi salah satu tantangan utama bagi tim di lapangan. Pergerakan arus dapat membawa objek menjauh dari posisi terakhir dalam waktu yang relatif cepat. Angin dan gelombang juga dapat memengaruhi arah pencarian sekaligus kemampuan petugas mengamati permukaan laut. Karena itu, area operasi terus disesuaikan berdasarkan perkembangan dan evaluasi harian. Penyisiran tidak hanya berfokus pada satu titik, tetapi berkembang menuju kawasan yang diperkirakan mempunyai kemungkinan menjadi jalur pergerakan objek. Besarnya upaya tersebut memperlihatkan kompleksitas pencarian di wilayah perairan terbuka seperti Selat Sunda.
Keluarga menjadi pihak yang menjalani masa paling berat sepanjang pencarian berlangsung. Mereka harus menghadapi ketidakpastian sambil terus berharap kabar baik datang dari tim di lapangan. Setiap informasi baru dapat menimbulkan harapan, tetapi juga membutuhkan verifikasi sebelum dapat dipastikan berkaitan dengan orang yang mereka tunggu. Situasi tersebut berlangsung berhari-hari hingga operasi memasuki batas waktu pencarian yang telah diperpanjang. Dukungan psikologis dari keluarga besar, rekan kerja, dan komunitas menjadi penting dalam kondisi seperti ini. Kehadiran orang-orang terdekat setidaknya memberikan ruang bagi keluarga untuk tidak menghadapi masa penantian tersebut sendirian.
Mawar putih yang diletakkan dalam kegiatan doa membawa makna sederhana tetapi kuat bagi mereka yang hadir. Bunga tersebut menjadi simbol penghormatan, ketulusan, serta harapan agar perjalanan lima jurnalis dan tiga kru mendapatkan akhir yang memberikan kepastian bagi keluarga. Doa dipanjatkan bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh rekan-rekan yang selama ini bekerja bersama para jurnalis tersebut. Suasana hening dan emosional menggambarkan beratnya menerima kenyataan bahwa pencarian aktif telah berakhir tanpa hasil. Namun, belum ditemukannya rombongan juga membuat keluarga memilih tetap mempertahankan harapan. Mereka menanti kemungkinan adanya informasi dari masyarakat maupun pengguna perairan yang dapat membuka petunjuk baru.
Kini, setelah operasi aktif berakhir, harapan terhadap lima jurnalis dan tiga kru Arupadhatu 1 tetap hidup melalui doa keluarga dan solidaritas berbagai pihak. Pemantauan serta laporan masyarakat menjadi jalur penting apabila suatu saat ditemukan petunjuk mengenai keberadaan mereka. Peristiwa tersebut sekaligus meninggalkan pengalaman berat bagi komunitas pers yang kehilangan kontak dengan lima rekannya ketika menjalankan kegiatan jurnalistik. Mawar putih yang diletakkan di tengah doa menjadi pengingat bahwa di balik operasi pencarian terdapat keluarga yang terus menunggu orang-orang terdekat mereka pulang. Tidak adanya temuan hingga hari kesepuluh belum memberikan jawaban yang selama ini dinantikan. Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga dan rekan-rekan mereka masih menggantungkan harapan pada satu kabar yang sama, yakni seluruh rombongan dapat ditemukan dan kembali dengan selamat.






