Jakarta, 18 September 2026 – Atlet teqball putri Indonesia Sumaya mencatat pencapaian penting dengan menembus final nomor tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski baru sekitar dua tahun menekuni cabang olahraga tersebut. Sumaya memastikan tempat di partai puncak setelah mengalahkan wakil India Quimcy Joaquim Dsouza dalam pertandingan semifinal yang berlangsung ketat di Nagoya City Higashi Sports Center. Atlet berusia 21 tahun itu menang melalui tiga gim dengan skor 7-12, 12-9, dan 12-7. Hasil tersebut sekaligus memastikan Indonesia memperoleh setidaknya medali perak dari nomor tunggal putri teqball. Pencapaian itu terasa istimewa karena menjadi medali pertama Indonesia dari cabang teqball dalam sejarah Asian Games. Sumaya kini tinggal selangkah lagi untuk membawa pulang medali emas.
Perjalanan Sumaya menuju level tersebut terbilang singkat karena sebelumnya ia lebih dahulu menekuni sepak takraw. Kemampuan mengolah bola yang diperoleh dari cabang tersebut menjadi salah satu modal ketika dirinya mulai beralih ke teqball sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, Sumaya menjalani latihan intensif untuk menyesuaikan diri dengan karakter permainan yang menggunakan meja melengkung. Porsi latihan dilakukan secara rutin mulai pagi hingga sore untuk meningkatkan teknik, kontrol bola, servis, dan konsistensi permainan. Persiapan menuju Asian Games juga lebih banyak diarahkan pada pola permainan tunggal. Kerja keras tersebut mulai menghasilkan pencapaian terbesar dalam perjalanan internasionalnya.
Langkah Sumaya menuju semifinal sebelumnya tidak berlangsung mudah. Pada fase Grup B, ia mengawali kompetisi dengan mengalahkan wakil Lebanon Dandal Kamar dua gim langsung 12-9 dan 12-11. Sumaya kemudian harus mengakui keunggulan atlet Myanmar Wai Khin Hnin dengan skor 10-12 dan 8-12. Ia berhasil bangkit pada pertandingan berikutnya dengan menundukkan wakil Kirgizstan Aidana Otorbaeva melalui tiga gim 6-12, 12-6, dan 12-6. Hasil tersebut menempatkan Sumaya di posisi kedua grup sehingga harus melanjutkan perjuangan melalui babak repechage. Pada fase itu, ia mengalahkan atlet Kamboja DY Koemyean 12-8 dan 12-7 untuk mendapatkan tiket semifinal.
Pertandingan menghadapi Dsouza di semifinal kembali menguji ketenangan Sumaya. Wakil India memulai laga dengan agresif dan sempat memimpin 5-1 sebelum mengamankan gim pertama dengan skor 12-7. Sumaya kemudian memperbaiki permainan dan mampu menjaga persaingan tetap ketat pada gim kedua hingga kedudukan mencapai 9-9. Tiga poin beruntun membawanya merebut gim kedua 12-9 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Sumaya kembali tertinggal 3-7 pada gim ketiga, tetapi mampu menyamakan kedudukan menjadi 7-7 sebelum berbalik menguasai permainan. Momentum tersebut dipertahankan hingga ia menutup gim terakhir dengan kemenangan 12-7.
Keberhasilan mencapai final menjadi kejutan tersendiri bagi kontingen Indonesia karena teqball termasuk cabang yang baru dipertandingkan pada Asian Games 2026. Olahraga ini menggabungkan kemampuan mengolah bola seperti sepak bola dengan permainan menggunakan meja khusus berbentuk melengkung. Pemain dituntut memiliki kontrol bola, koordinasi, kelincahan, dan kemampuan menentukan arah serangan dengan cepat. Latar belakang Sumaya sebagai atlet sepak takraw memberikan keuntungan karena dirinya telah terbiasa menggunakan kaki, kepala, dan bagian tubuh lainnya untuk mengendalikan bola. Namun, karakter pertandingan teqball tetap membutuhkan penyesuaian teknik dan strategi tersendiri. Keberhasilannya menembus final menunjukkan proses adaptasi tersebut berkembang dalam waktu relatif singkat.
Pada partai final, Sumaya dijadwalkan kembali menghadapi Wai Khin Hnin dari Myanmar yang sebelumnya mengalahkannya pada fase grup. Pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi Sumaya untuk membalas kekalahan sekaligus memperebutkan medali emas bersejarah bagi Indonesia. Pengalaman dari pertandingan pertama dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pada laga puncak. Sumaya menegaskan fokus utamanya adalah menjaga ketenangan dan menghadapi pertandingan poin demi poin. Apa pun hasil final, keberhasilannya telah memastikan Indonesia memperoleh medali dari teqball pada penampilan cabang tersebut di Asian Games. Perjalanan hanya dua tahun dari sepak takraw menuju final Asian Games pun menjadi salah satu cerita menarik dari perjuangan kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya 2026.







