Jakarta, 10 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan blue economy atau ekonomi berbasis kelautan melalui pembangunan dan modernisasi kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Pemerintah menilai sektor kelautan memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan garis pantai yang panjang dan sumber daya laut melimpah, Indonesia disebut mampu menjadi kekuatan maritim dunia apabila pengelolaannya dilakukan secara modern, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat nelayan.
Dalam program tersebut, pembangunan kampung nelayan tidak hanya berfokus pada perbaikan permukiman, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung seperti pelabuhan kecil, tempat penyimpanan hasil tangkapan, akses pendingin ikan, hingga penguatan distribusi hasil laut ke pasar domestik maupun ekspor. Pemerintah ingin menciptakan kawasan pesisir yang produktif dan memiliki daya saing tinggi.
Selain infrastruktur, perhatian juga diberikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan. Pelatihan teknologi penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, hingga akses pembiayaan usaha menjadi bagian penting dalam upaya mendorong ekonomi masyarakat pesisir agar lebih mandiri dan berkembang.
Prabowo disebut ingin memastikan pembangunan ekonomi laut tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, konsep blue economy yang dikembangkan pemerintah menekankan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestarian ekosistem pesisir.
Program pembangunan kampung nelayan tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu memanfaatkan kekayaan lautnya secara maksimal dan berkelanjutan.






