Bogor, 10 September 2026 – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terus dilakukan setelah api masih terlihat menyala di sejumlah bagian area tumpukan sampah. Pemerintah Kabupaten Bogor mengerahkan sekitar 600 personel gabungan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api menjalar semakin luas. Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, tenaga kesehatan hingga relawan. Operasi dilakukan secara bergantian karena karakter kebakaran di tumpukan sampah membuat api dapat bertahan di bagian dalam meskipun kobaran di permukaan terlihat berkurang. Asap tebal yang muncul dari beberapa titik juga menjadi tantangan bagi petugas karena mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu pernapasan. Pemerintah daerah menempatkan pengendalian api dan perlindungan masyarakat sekitar sebagai prioritas selama operasi berlangsung.
Kebakaran di TPA Galuga membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan kebakaran bangunan maupun lahan terbuka. Tumpukan sampah yang telah mengendap dapat memiliki banyak rongga sehingga api dan panas masuk jauh ke bagian bawah permukaan. Ketika bagian atas disiram air, titik api di dalam tumpukan belum tentu langsung padam dan dapat kembali membesar setelah mendapatkan suplai udara. Kondisi tersebut membuat petugas harus membongkar sebagian material untuk menemukan sumber panas sebelum melakukan penyemprotan dan pendinginan. Alat berat dikerahkan untuk membantu membuka jalur serta memisahkan tumpukan yang masih terbakar dari bagian lain. Metode ini diharapkan dapat memutus rambatan sekaligus membuat air lebih mudah mencapai sumber api yang tersembunyi.
Ratusan personel bekerja dalam beberapa sektor agar pemadaman dapat dilakukan secara bersamaan dari berbagai sisi. Mobil pemadam terus melakukan penyemprotan pada bagian yang masih mengeluarkan api dan asap, sedangkan kendaraan tangki membantu menjaga ketersediaan pasokan air. Petugas lapangan juga melakukan pemantauan terhadap arah angin karena asap dapat bergerak menuju permukiman di sekitar TPA. Koordinasi dilakukan melalui pos pengendalian untuk menentukan titik yang membutuhkan tambahan personel maupun peralatan. Pergantian petugas diperlukan mengingat paparan panas dan asap dalam waktu lama dapat menurunkan kondisi fisik personel. Seluruh unsur diminta menggunakan perlengkapan pelindung ketika memasuki area dengan konsentrasi asap tinggi.
Besarnya jumlah personel yang dikerahkan juga bertujuan memastikan penanganan tidak hanya terfokus pada pemadaman. Sebagian petugas ditempatkan untuk mengatur akses kendaraan, menjaga keamanan lokasi, membantu distribusi air, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Ambulans dan tenaga medis disiagakan untuk memberikan pertolongan apabila terdapat petugas maupun warga yang mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah daerah juga memantau kemungkinan keluhan pernapasan akibat asap, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Warga di kawasan yang terkena asap dianjurkan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk. Langkah tersebut diperlukan karena proses pemadaman kebakaran sampah dapat berlangsung cukup lama.
TPA Galuga menjadi fasilitas penting bagi pengelolaan sampah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor sehingga kebakaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pengangkutan sampah. Pemerintah harus menjaga agar operasi pemadaman tetap dapat dilakukan tanpa menimbulkan penumpukan sampah di wilayah pelayanan. Kendaraan pengangkut yang masuk ke kawasan TPA perlu diarahkan menuju lokasi yang dinilai aman dan tidak mengganggu pergerakan mobil pemadam maupun alat berat. Pengaturan tersebut menjadi semakin penting ketika jumlah kendaraan operasional dan petugas yang berada di lokasi meningkat. Pemerintah daerah juga mengevaluasi area pembuangan untuk memastikan aktivitas tidak memperbesar risiko kebakaran. Keselamatan pekerja dan pengemudi kendaraan pengangkut tetap menjadi pertimbangan selama kondisi darurat belum sepenuhnya berakhir.
Kondisi cuaca kering turut menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran. Sampah yang mengandung material mudah terbakar dapat mempercepat rambatan api ketika kelembapan rendah, sementara angin dapat membawa bara ke bagian lain dari kawasan. Selain itu, proses pembusukan sampah menghasilkan gas seperti metana yang dapat memperbesar risiko munculnya titik panas apabila pengelolaannya tidak optimal. Karena itu, petugas tidak hanya memadamkan api yang terlihat tetapi juga memeriksa bagian tumpukan yang menunjukkan peningkatan suhu atau asap. Pemantauan harus tetap dilakukan setelah kobaran utama berhasil dikendalikan untuk mencegah penyalaan kembali. Pendinginan menyeluruh menjadi tahapan yang sama pentingnya dengan proses pemadaman awal.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga melakukan koordinasi dengan pemerintah wilayah sekitar untuk mengantisipasi dampak asap. Arah angin dapat berubah sehingga kawasan yang sebelumnya tidak terdampak dapat menerima paparan dalam waktu berbeda. Petugas di tingkat kecamatan dan desa diminta menyampaikan perkembangan kepada masyarakat serta melaporkan apabila terdapat peningkatan gangguan kesehatan. Puskesmas dan fasilitas kesehatan di sekitar kawasan dapat menjadi titik awal penanganan bagi warga yang mengalami iritasi mata, batuk, sesak napas, atau keluhan lainnya. Masyarakat juga diminta tidak mendekati lokasi kebakaran hanya untuk melihat proses pemadaman karena aktivitas tersebut dapat menghambat kendaraan darurat. Jalur menuju TPA harus tetap terbuka agar suplai air dan peralatan dapat bergerak tanpa hambatan.
Kebakaran ini sekaligus kembali menyoroti tantangan pengelolaan tempat pemrosesan sampah yang memiliki tumpukan dalam jumlah besar. Pencegahan kebakaran membutuhkan pengaturan zona pembuangan, pemadatan, pengelolaan gas, penyediaan sumber air, jalur akses darurat, serta pemantauan temperatur pada titik yang memiliki risiko tinggi. Pada musim kemarau, pengawasan perlu ditingkatkan karena material kering lebih mudah terbakar dan proses pemadaman menjadi lebih sulit. Pemerintah daerah dapat menggunakan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pencegahan setelah kondisi darurat selesai. Pemeriksaan terhadap penyebab awal kebakaran juga diperlukan untuk menentukan apakah api muncul akibat faktor teknis, aktivitas manusia, atau kombinasi kondisi tertentu. Kesimpulan mengenai penyebab harus didasarkan pada pemeriksaan lapangan setelah situasi memungkinkan.
Petugas gabungan sementara tetap memprioritaskan lokalisasi agar kebakaran tidak menjalar ke seluruh area TPA. Alat berat digunakan untuk membuat pemisah pada tumpukan sampah, sementara penyemprotan air diarahkan ke titik yang memiliki temperatur tinggi. Operasi kemungkinan membutuhkan waktu karena kedalaman tumpukan membuat air tidak selalu dapat langsung mencapai sumber panas. Asap yang masih terlihat juga belum selalu berarti terdapat kobaran besar di permukaan, tetapi dapat menunjukkan proses pembakaran masih berlangsung di bagian dalam. Karena itu, lokasi belum dapat dinyatakan sepenuhnya aman hanya berdasarkan berkurangnya nyala api. Petugas harus memastikan tidak terdapat bara aktif sebelum operasi dapat memasuki tahap pemantauan rutin.
Sekitar 600 personel gabungan akan terus bekerja hingga kebakaran TPA Galuga dapat dikendalikan dan seluruh titik panas dinyatakan aman. Pemerintah Kabupaten Bogor meminta masyarakat di sekitar lokasi tetap mengikuti informasi resmi dan segera melaporkan apabila melihat api baru maupun mengalami gangguan akibat asap. Upaya pemadaman akan disertai pendinginan, pembongkaran tumpukan, pemantauan kualitas udara, serta pemeriksaan terhadap area yang berpotensi kembali terbakar. Setelah kondisi terkendali, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan TPA diperlukan untuk mengurangi kemungkinan kejadian serupa terulang. Perbaikan tata kelola sampah, pengendalian gas, kesiapan sumber air, dan sistem deteksi dini menjadi bagian penting dari pencegahan jangka panjang. Selama api masih ditemukan, operasi gabungan akan dipertahankan dengan fokus utama melindungi keselamatan petugas, masyarakat sekitar, serta menjaga fungsi pengelolaan sampah di wilayah Bogor.




