Tongariro National Park, Selandia Baru: Keindahan Alam dan Kesakralan Warisan Māori di UNESCO

World Heritage Centre - Evolving together: Tongariro

Tongariro National Park adalah taman nasional pertama di Selandia Baru sekaligus salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO yang unik karena diakui atas nilai alam dan budayanya. Terletak di Pulau Utara, taman ini mencakup tiga gunung berapi aktif—Tongariro, Ngauruhoe, dan Ruapehu—yang memiliki keindahan alam spektakuler sekaligus makna spiritual mendalam bagi masyarakat Māori.

Warisan Dunia Ganda

Tongariro National Park pertama kali ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1990 atas nilai alamnya, kemudian pada tahun 1993 diakui kembali karena nilai budaya Māori. Hal ini menjadikan Tongariro salah satu kawasan pertama di dunia yang memiliki pengakuan World Heritage “mixed site”.

Gunung-Gunung Suci

Bagi suku Māori, gunung-gunung di Tongariro adalah tempat sakral yang terhubung dengan kisah Tūwharetoa dan mitologi atua (dewa). Gunung Tongariro sendiri diberikan kepada bangsa Māori oleh kepala suku Te Heuheu Tukino IV pada tahun 1887 untuk dilindungi dari eksploitasi.
Gunung Ngauruhoe, dengan bentuk kerucut sempurna, sering diasosiasikan dengan mitos api dan kekuatan spiritual. Sementara Ruapehu, gunung tertinggi di Pulau Utara, adalah gunung berapi aktif dengan danau kawah yang spektakuler.

Lanskap Vulkanik yang Dramatis

Tongariro menampilkan lanskap yang luar biasa: kawah berwarna, danau-danau hijau kebiruan seperti Emerald Lakes, padang lava hitam, hingga padang rumput alpine yang luas. Kombinasi keindahan dan kekuatan alam menjadikannya salah satu taman nasional paling unik di dunia.

Surga Petualangan Alam

Taman nasional ini populer di kalangan pecinta alam dan pendaki. Tongariro Alpine Crossing dianggap sebagai salah satu jalur trekking harian terbaik di dunia, menawarkan pemandangan kawah vulkanik, danau alpine, dan formasi lava. Pada musim dingin, kawasan Whakapapa dan Turoa di Gunung Ruapehu juga menjadi pusat olahraga ski terkenal.

Keanekaragaman Hayati

Selain lanskap vulkanik, Tongariro juga menjadi habitat penting bagi flora dan fauna endemik Selandia Baru. Burung khas seperti kiwi, kererū, dan blue duck (whio) dapat ditemukan di kawasan ini. Vegetasinya bervariasi dari hutan beech hingga padang alpine yang keras.

Penutup

Tongariro National Park adalah perpaduan antara keindahan alam vulkanik yang menakjubkan dan nilai spiritual yang sakral bagi suku Māori. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dengan pengakuan ganda, kawasan ini menjadi simbol penting pelestarian alam sekaligus penghormatan terhadap budaya leluhur. Mengunjungi Tongariro berarti menyaksikan bagaimana alam dan spiritualitas bersatu dalam satu lanskap megah.

  • Related Posts

    Iceland: Negeri Api dan Es dengan Aurora Borealis

    Negeri Kontras yang Menakjubkan Islandia sering dijuluki sebagai Land of Fire and Ice karena keindahan alamnya yang penuh kontras. Pulau kecil di Samudra Atlantik Utara ini menawarkan pemandangan unik: dari…

    Koh Samui, Thailand: Pulau Tropis Favorit Backpacker

    Koh Samui adalah salah satu pulau tropis paling terkenal di Thailand, yang memadukan pesona alam, hiburan malam, dan suasana santai yang cocok untuk semua kalangan, terutama backpacker. Pulau ini terletak…

    You Missed

    Sahabat Setia – Andien: Kisah Persahabatan Abadi

    Tak Bisa Memiliki – Sammy Simorangkir: Cinta yang Gagal

    Persela Lamongan Tampil Solid, Kalahkan Bhayangkara FC di Kandang

    Arema FC Tunjukkan Ketangguhan Saat Mengalahkan PSIS Semarang

    Firasat – Marcell: Intuisi tentang Cinta yang Hilang

    Judul: “Pertaruhan Tak Terkalahkan: Persija vs Malut United di JIS, Duel Dua Calon Juara dengan Segudang Pemain Brasil”