Setelah menutup perjalanan di Piala Kemerdekaan 2025 dengan kekalahan tipis dari Mali U-17, tim nasional Indonesia U-17 langsung menatap agenda berikutnya. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi mengumumkan rencana pemusatan latihan (training camp) di Bulgaria sebagai persiapan menuju ajang internasional berikutnya. Keputusan ini diumumkan pada 19 Agustus 2025, sehari setelah laga final.
Pelatih Bima Sakti menyebut, Bulgaria dipilih karena fasilitas yang memadai dan kualitas lawan tanding yang sepadan. Selama pemusatan latihan, para pemain akan melakoni serangkaian uji coba melawan akademi klub dan tim muda setempat. “Kami ingin anak-anak belajar dari atmosfer Eropa, agar mental bertanding mereka lebih terasah,” ujar Bima.
Kekalahan dari Mali dijadikan bahan evaluasi penting. Meski permainan cukup baik, konsentrasi di menit akhir dianggap masih menjadi kelemahan. TC ini diharapkan bisa memperbaiki aspek fisik, teknik, sekaligus meningkatkan daya juang.
PSSI menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari roadmap jangka panjang untuk melahirkan generasi emas sepak bola Indonesia. “Kami tidak mau pemain hanya jago di level lokal, tetapi juga mampu bersaing dengan negara-negara besar di Eropa dan Afrika,” kata Ketua PSSI.
Respon publik cukup positif. Banyak suporter menilai langkah ini adalah bukti keseriusan federasi. Media sosial dipenuhi doa dan dukungan untuk Garuda Muda agar bisa tampil lebih percaya diri di laga-laga internasional mendatang.