Bhayangkara Presisi Lampung 1–1 PSM Makassar: “Debut Kandang” di Sumpah Pemuda, Dua Penalti, VAR, dan 6.713 Penonton

Bhayangkara Presisi Lampung FC menahan PSM Makassar 1–1 pada pekan ke-2 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu 16 Agustus 2025 (kick-off 15.30 WIB). Laga “debut kandang” Bhayangkara Lampung ini diwarnai dua penalti dan tinjauan VAR, dengan animo penonton lokal menembus 6.713 orang.

Jalannya Laga (momen kunci)

  • PSM unggul lebih dulu dari titik putih di babak pertama. Sejumlah media menyebut Lucas Dias sebagai eksekutor pada menit 41’ setelah insiden di kotak Bhayangkara yang sempat dicek VAR; ada juga yang mencatat Alex Tanque (42’) sebagai pencetak gol. (Catatan memang berbeda antar-rujukan, namun konsensusnya: gol penalti PSM lebih dulu).

  • Bhayangkara membalas (59’ PEN) lewat striker anyar Ilija Spasojević, memaksimalkan pelanggaran terhadap Moises Wolschick. Setelah itu tempo meninggi, namun skor 1–1 bertahan sampai bubaran.

Ringkas skor & kronologi dua penalti juga sejalan dengan ringkasan nasional (Okezone, Bola.com, BolaSport).

Atmosfer “kandang baru” & angka kehadiran

  • Ini adalah partai kandang resmi perdana Bhayangkara di Lampung. Penjualan & harga tiket sebelumnya diumumkan panpel (VIP Rp200 ribu, tribun Rp50–100 ribu), dan pada hari H kursi terisi 6.713—angka yang banyak dikutip media lokal & radio nasional.

  • Pengamanan: Polda Lampung mengerahkan ±325 personel gabungan dan mengimbau suporter datang lebih awal—bagian dari penyesuaian operasional di venue baru.

  • Kapasitas stadion sendiri dimuat sebagai ±25.000 tempat duduk (PKOR Way Halim) dalam profil venue.

Susunan Pemain (rujukan match report)

Bhayangkara (4-4-2): Awan Setho; Putu Gede, Slavko Damjanovic, Nehar Sadiki, Muhammad Ferarri; Christian Ilic, Moises Wolschick, Andres Nieto (Fareed Sadat 72’), Sani Rizky; Ilija Spasojević (Shanyder Borgelin 82’), Ryan Kurnia (Stjepan Plazonja 73’).
PSM (3-5-2): Hilmansyah; Aloisio Neto, Daffa Salman (Mufli Hidayat 67’), Akbar Tanjung; Victor Luiz, Ricky Pratama (Rifky Dwi 46’), Daisuke Sakai, Fachrul Aditia (Jacques Medina 67’), Victor Dethan (Karel Iek 82’); Alex Tanque, Lucas Dias (Abu Kamara 86’). Website Name Not Provided

Kenapa hasilnya imbang? (analisis cepat)

  1. PSM efisien memanfaatkan momen—leading via penalti setelah duel Alex Tanque di kotak (cek VAR). Game-state—unggul dulu—membuat Juku Eja bisa mengatur ritme. Website Name Not Provided

  2. Respons Bhayangkara terstruktur—mendorong intensitas sisi sayap dan meraih penalti balasan ketika Moises dilanggar. Eksekusi Spasojević menjaga momentum publik tuan rumah. Website Name Not Provided

  3. Fase akhir tanpa konversi—meski tensi meningkat, kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih dari open-play. (Nada umum rekap nasional/daerah).

Catatan ekstra

  • Beberapa laporan menyebut kartu merah sempat mewarnai jalannya pertandingan. Detail nama/menit berbeda antar-rujukan, namun wasit Agung Setiawan tercatat memimpin laga yang memang berintensitas tinggi. (Poin ini dilaporkan di rekap nasional).

  • Dengan hasil ini, Bhayangkara dan PSM sama-sama mengoleksi 1 poin dari dua pekan pertama (rekap klasemen harian).

Intinya: “Debut kandang” Bhayangkara di Lampung berjalan meriah dan relatif aman, penonton 6.7 ribu+ hadir, dan duel berakhir adil: dua penalti yang saling balas menggambarkan betapa tipisnya jarak kedua tim pada fase awal musim.

Related Posts

Persela Lamongan Tampil Solid, Kalahkan Bhayangkara FC di Kandang

Persela Lamongan berhasil meraih kemenangan penting atas Bhayangkara FC dalam pertandingan Liga 1 yang berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan. Pertandingan ini berlangsung sengit sejak menit awal, dengan kedua tim menampilkan…

Arema FC Tunjukkan Ketangguhan Saat Mengalahkan PSIS Semarang

Arema FC berhasil meraih kemenangan penting atas PSIS Semarang dalam pertandingan Liga 1 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pertandingan ini berlangsung sengit sejak awal, dengan kedua tim saling menyerang…

You Missed

Sahabat Setia – Andien: Kisah Persahabatan Abadi

Tak Bisa Memiliki – Sammy Simorangkir: Cinta yang Gagal

Persela Lamongan Tampil Solid, Kalahkan Bhayangkara FC di Kandang

Arema FC Tunjukkan Ketangguhan Saat Mengalahkan PSIS Semarang

Firasat – Marcell: Intuisi tentang Cinta yang Hilang

Judul: “Pertaruhan Tak Terkalahkan: Persija vs Malut United di JIS, Duel Dua Calon Juara dengan Segudang Pemain Brasil”