PBB Perkuat Etika AI: Hadirkan Observatory Global & Indeks Governance Internasional

Overview of AI policy in 10 jurisdictions | Digital Watch Observatory

Perserikatan Bangsa-Bangsa semakin memperkuat kerangka global dalam mengatur kecerdasan buatan (AI). Dua inisiatif penting kini hadir: peluncuran Global AI Ethics and Governance Observatory oleh UNESCO, dan publikasi awal AGILE Index—sebuah indeks penilaian tata kelola AI antarnegara.


1. Global AI Ethics and Governance Observatory – UNESCO Buka Akses Etika AI

Diluncurkan oleh UNESCO bersama ITU dan Alan Turing Institute, observatorium ini menjadi platform referensi utama global untuk etika dan pemerintahan AI. Ia menyediakan:

  • Repository data dan praktik terbaik dari berbagai negara untuk kebijakan etika AI.

  • Dua alat praktikal utama:

    • Readiness Assessment Methodology (RAM): menilai kesiapan negara dalam mengimplementasikan AI etis.

    • AI Ethics and Governance Lab: wadah kolaboratif bagi pakar, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk berbagi riset, panduan, serta praktik terbaik.
      WIRED+5Digital Skills and Jobs Platform+5UNESCO+5


2. AGILE Index (AI Governance InternationaL Evaluation Index) – Menilai Tata Kelola AI Global

Dikembangkan melalui riset arXiv pada 2025, AGILE Index menjadi indeks pertama yang mengevaluasi tata kelola AI di 40 negara dengan metodologi ilmiah yang ketat. Indikatornya meliputi:

  • Tingkat perkembangan AI secara teknis

  • Lingkungan regulasi dan kebijakan

  • Efektivitas instrumen tata kelola

  • Kapabilitas dan efektivitas sistem tata pemerintahan AI
    arXiv+1


Dampak dan Implikasi Global

Inisiatif Tujuan Utama
AI Ethics & Governance Observatory Memfasilitasi negara-negara membangun sistem AI yang etis, inklusif, dan manusiawi
AGILE Index Menyediakan alat perbandingan antarnegara dalam tata kelola AI yang transparan

Kedua inisiatif ini menjadi jawaban atas rekomendasi PBB yang ingin membangun governance global AI—seperti pembentukan panel ilmiah AI sekaliber IPCC—untuk mendeteksi risiko, dan memperluas akses manfaat secara global.
arXiv+13WIRED+13Digital Skills and Jobs Platform+13indonesia.un.org+1apnews.com


Kesimpulan

Dengan Observatory dan AGILE Index, PBB dan UNESCO mengambil langkah konkret mengubah retorika menjadi sistem pengawasan global terhadap AI—memastikan teknologi ini berkembang aman, etis, dan bermanfaat bagi semua masyarakat, tidak hanya segelintir negara atau korporasi besar.

  • Related Posts

    Pemerintah Indonesia Umumkan Peta Jalan AI Nasional untuk Menarik Investasi Asing

    Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tengah menyusun peta jalan nasional untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Dokumen strategis ini diharapkan selesai pada Agustus 2025 dan bertujuan untuk menarik…

    Analitik AI di Esports: Meningkatkan Performa, Strategi, dan Reaksi Lawan

    Dalam dunia esports yang semakin kompetitif, penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi kunci untuk meningkatkan performa tim, merumuskan strategi yang efektif, dan menganalisis reaksi lawan secara real-time. Teknologi AI kini…

    You Missed

    Sahabat Setia – Andien: Kisah Persahabatan Abadi

    Tak Bisa Memiliki – Sammy Simorangkir: Cinta yang Gagal

    Persela Lamongan Tampil Solid, Kalahkan Bhayangkara FC di Kandang

    Arema FC Tunjukkan Ketangguhan Saat Mengalahkan PSIS Semarang

    Firasat – Marcell: Intuisi tentang Cinta yang Hilang

    Judul: “Pertaruhan Tak Terkalahkan: Persija vs Malut United di JIS, Duel Dua Calon Juara dengan Segudang Pemain Brasil”