Sejumlah Negara Tegas Tolak LGBT: Antara Hukum, Budaya, dan Pandangan Agama

Di tengah gelombang global yang semakin mendukung hak-hak kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender), sejumlah negara masih memilih untuk menolak secara tegas keberadaan dan legalitas komunitas LGBT, baik dari aspek hukum, sosial, maupun nilai-nilai keagamaan dan budaya.

Penolakan ini menciptakan ketegangan antara prinsip kedaulatan budaya dan standar hak asasi manusia universal, khususnya dalam pertemuan internasional dan perjanjian multilateral.


🌍 Daftar Negara yang Menolak atau Melarang LGBT

Berikut adalah beberapa negara yang secara eksplisit menyatakan penolakan terhadap keberadaan atau aktivitas LGBT:

🇸🇦 Arab Saudi

Melarang keras praktik homoseksual. Hukuman bagi pelaku bisa berupa penjara, cambuk, hingga hukuman mati berdasarkan hukum syariah.

🇮🇷 Iran

Sejak Revolusi Islam 1979, Iran menganggap homoseksualitas sebagai tindak pidana berat. Pemerintah memberlakukan hukuman mati bagi pelaku hubungan sesama jenis.

🇳🇬 Nigeria

Melarang pernikahan sesama jenis dan aktivitas komunitas LGBT. Pelanggaran dapat dihukum penjara hingga 14 tahun. Di beberapa wilayah dengan hukum syariah, hukumannya bisa lebih berat.

🇷🇺 Rusia

Menerapkan kebijakan “anti-propaganda LGBT” sejak 2013, yang melarang penyebaran informasi positif tentang LGBT kepada anak-anak. Rusia juga memblokir konten LGBT dan melarang kampanye publik.

🇸🇬 Singapura (sebelum 2022)

Singapura memiliki pasal 377A yang mengkriminalisasi hubungan sesama jenis, meskipun tidak sering ditegakkan. Pasal ini resmi dicabut pada 2022, tetapi negara masih mempertahankan definisi pernikahan hanya antara pria dan wanita.

🇮🇩 Indonesia

Tidak secara eksplisit melarang LGBT di tingkat nasional, tetapi berbagai daerah, khususnya yang menerapkan hukum adat atau syariah seperti Aceh, menindak aktivitas LGBT secara hukum dan sosial. Selain itu, sentimen negatif terhadap LGBT di ruang publik masih sangat kuat.


📚 Alasan Penolakan: Budaya, Agama, dan Politik

  • Agama: Di banyak negara Muslim, Kristen Ortodoks, dan Hindu konservatif, homoseksualitas dianggap bertentangan dengan ajaran agama.

  • Budaya tradisional: Banyak masyarakat yang menjunjung norma tradisional menilai LGBT sebagai ancaman terhadap struktur keluarga konvensional.

  • Politik dan nasionalisme: Pemerintah konservatif di beberapa negara menggunakan isu LGBT sebagai alat untuk memperkuat identitas nasional atau melawan pengaruh “liberalisme Barat”.


⚖️ Kritik dan Ketegangan Internasional

Organisasi internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International kerap mengkritik negara-negara ini karena dianggap melanggar prinsip hak asasi manusia, khususnya hak untuk identitas dan orientasi seksual.

Namun, negara-negara yang menolak LGBT berargumen bahwa mereka memiliki hak untuk menjaga nilai dan norma lokal tanpa intervensi asing.


📊 Statistik Global

Status LGBT Jumlah Negara (2025)
Legalkan pernikahan sesama jenis 38+ negara
Mengkriminalisasi hubungan LGBT 60+ negara
Berlakukan hukuman mati 11 negara

🏁 Penutup

Isu LGBT menjadi medan tarik-menarik antara prinsip universal hak asasi manusia dan kedaulatan nilai lokal. Sementara sebagian negara membuka ruang inklusi, negara-negara lain memilih mempertahankan aturan ketat. Perdebatan ini diperkirakan akan terus bergulir di forum internasional, PBB, dan dalam dinamika domestik masing-masing negara.

  • Related Posts

    Konflik Perbatasan Thailand–Kamboja Juli 2025: 200.000 Orang Terdampak, Gencatan Senjata Gagal Bertahan

    Pada 24 Juli 2025, ketegangan berkepanjangan antara Thailand dan Kamboja di perbatasan yang disengketakan meledak menjadi konfrontasi militer besar-besaran. Dalam lima hari pertempuran sengit, sedikitnya 43 orang tewas dan lebih…

    ASEAN: Dampak Saling Balas Tarif antara AS & China dan Implikasinya bagi Ekonomi Regional

    Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China telah menjadi sorotan utama dalam ekonomi global selama beberapa tahun terakhir. Salah satu dampak terbesar dari perselisihan ini adalah serangkaian tarif yang…

    You Missed

    Sahabat Setia – Andien: Kisah Persahabatan Abadi

    Tak Bisa Memiliki – Sammy Simorangkir: Cinta yang Gagal

    Persela Lamongan Tampil Solid, Kalahkan Bhayangkara FC di Kandang

    Arema FC Tunjukkan Ketangguhan Saat Mengalahkan PSIS Semarang

    Firasat – Marcell: Intuisi tentang Cinta yang Hilang

    Judul: “Pertaruhan Tak Terkalahkan: Persija vs Malut United di JIS, Duel Dua Calon Juara dengan Segudang Pemain Brasil”