Jakarta, 27 Mei 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat untuk mengutamakan sikap tabayun atau mencari kejelasan informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan kabar tertentu. Pesan tersebut disampaikan saat pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal yang dihadiri ribuan jamaah. Menurut Gus Ipul, masyarakat saat ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat sehingga penting untuk tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar. Ia menilai sikap tabayun menjadi nilai penting dalam menjaga persatuan dan ketenangan sosial di tengah perkembangan media digital dan media sosial. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari refleksi Iduladha yang mengajarkan nilai kesabaran, pengorbanan, dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam ceramah dan sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa banyak konflik sosial dan kesalahpahaman muncul akibat informasi yang belum diverifikasi tetapi langsung dipercaya atau disebarkan luas. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mengambil kesimpulan maupun bereaksi terhadap suatu isu. Menurutnya, tabayun bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga sikap penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam. Ia juga mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah persatuan. Momentum Iduladha dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai persaudaraan dan saling menghormati di tengah perbedaan.
Pengamat sosial menilai pesan mengenai pentingnya tabayun semakin relevan di era digital saat ini. Perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar sangat cepat tanpa selalu disertai verifikasi yang memadai. Akibatnya, hoaks, fitnah, dan informasi menyesatkan sering memicu keresahan bahkan konflik di masyarakat. Karena itu, literasi digital dan kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan modern. Banyak pihak menilai tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peran besar dalam mengingatkan pentingnya sikap kritis dan bijak dalam menerima informasi.
Pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Istiqlal sendiri berlangsung khidmat dengan dihadiri jamaah dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selain menjadi pusat ibadah nasional, Istiqlal juga sering menjadi tempat penyampaian pesan-pesan kebangsaan dan persatuan pada momentum hari besar keagamaan. Pengamat keagamaan menilai Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momen memperkuat solidaritas sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Pesan tentang tabayun dan persaudaraan dianggap sejalan dengan semangat menjaga keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk. Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial, nilai kehati-hatian dalam menyikapi berita dinilai semakin penting untuk dijaga bersama.
Ajakan Gus Ipul untuk mengutamakan tabayun saat Iduladha mendapat respons positif dari banyak jamaah dan masyarakat. Banyak pihak berharap pesan tersebut dapat menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial. Di tengah situasi sosial yang mudah dipengaruhi informasi viral, sikap saling menghormati dan memeriksa fakta dinilai menjadi kunci menjaga ketenangan bersama. Dengan semangat Iduladha yang mengajarkan pengorbanan dan keikhlasan, masyarakat diharapkan semakin memperkuat persatuan serta menghindari sikap mudah terprovokasi.





