Jakarta, 25 Mei 2026 – Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia setelah salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha Assegaf, meninggal dunia. Kepergian tokoh senior yang dikenal aktif dalam dunia politik, intelektual, dan demokrasi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, khususnya keluarga besar PAN dan para tokoh reformasi Indonesia. Informasi wafatnya Abdillah Toha disampaikan sejumlah kader dan tokoh politik melalui media sosial serta pesan duka yang beredar sejak pagi hari.
Abdillah Toha dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan reformasi Indonesia pada akhir 1990-an. Ia termasuk tokoh yang terlibat dalam pembentukan PAN bersama sejumlah tokoh nasional lainnya setelah runtuhnya era Orde Baru. Selain aktif di politik praktis, Abdillah Toha juga dikenal sebagai intelektual dan pengamat sosial-politik yang kerap menyampaikan pandangan kritis mengenai demokrasi, kebebasan sipil, dan perkembangan politik nasional.
Selama karier politiknya, Abdillah Toha pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dan aktif dalam berbagai pembahasan kebijakan nasional. Sosoknya dikenal luas karena gaya komunikasi yang tenang, pemikiran moderat, dan komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi. Di luar politik, ia juga aktif menulis dan terlibat dalam diskusi publik mengenai isu sosial, budaya, hingga hubungan internasional. Banyak tokoh menilai Abdillah Toha sebagai salah satu figur yang konsisten menjaga semangat reformasi dan demokrasi di Indonesia.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, mulai dari politisi lintas partai, tokoh masyarakat, akademisi, hingga aktivis demokrasi. Sejumlah kader PAN menyebut Abdillah Toha sebagai sosok senior yang banyak memberikan inspirasi dan pemikiran bagi perkembangan partai maupun kehidupan politik nasional. Kepergiannya dinilai menjadi kehilangan besar karena ia merupakan bagian dari generasi tokoh reformasi yang berperan penting dalam perubahan politik Indonesia modern.
Keluarga dan kerabat menyatakan almarhum akan dimakamkan setelah proses penghormatan terakhir bersama keluarga besar dan para sahabat dekat. Hingga kini, banyak tokoh dan masyarakat terus menyampaikan doa serta penghormatan atas jasa dan kontribusi Abdillah Toha selama hidupnya. Kepergian salah satu pendiri PAN tersebut sekaligus mengingatkan kembali perjalanan panjang reformasi Indonesia dan peran tokoh-tokoh yang ikut membentuk arah demokrasi nasional hingga saat ini.







