Jakarta, 8 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara Asia Tenggara untuk memaksimalkan potensi energi bersih dan kekayaan sumber daya pangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Seruan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi dan stabilitas kawasan ASEAN menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
Prabowo menilai kawasan Asia Tenggara memiliki keunggulan besar dibanding banyak wilayah lain karena didukung sumber daya alam melimpah, lahan pertanian subur, serta potensi energi terbarukan yang sangat besar. Menurutnya, kekuatan tersebut harus dimanfaatkan secara kolektif agar ASEAN mampu menjadi kawasan yang mandiri dan tahan terhadap tekanan global.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara ASEAN dalam pengembangan energi hijau seperti tenaga surya, air, panas bumi, dan bioenergi. Ia menilai transisi menuju energi bersih bukan hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga strategi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang.
Selain sektor energi, Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan regional. Kawasan Asia Tenggara dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat produksi pangan dunia berkat kondisi geografis dan iklim yang mendukung sektor pertanian.
Di tengah gejolak geopolitik, krisis energi, dan gangguan rantai pasok global, Prabowo menilai ASEAN harus memperkuat solidaritas kawasan agar tidak terlalu bergantung pada negara-negara besar di luar regional. Ia percaya kolaborasi ekonomi dan pengelolaan sumber daya bersama dapat menjadi kekuatan utama ASEAN di masa depan.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena datang di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap ancaman resesi global, konflik geopolitik, dan perubahan iklim. Banyak negara kini mulai fokus membangun ketahanan domestik di sektor energi dan pangan untuk mengurangi risiko krisis berkepanjangan.
Prabowo juga menekankan pentingnya investasi teknologi dan inovasi untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan modernisasi pertanian. Menurutnya, ASEAN perlu bergerak cepat agar tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi global yang semakin berbasis teknologi hijau.
Sejumlah pengamat menilai gagasan memperkuat kerja sama energi dan pangan di ASEAN memiliki potensi besar jika dijalankan secara konsisten. Kawasan Asia Tenggara dianggap memiliki kombinasi kekuatan demografi, sumber daya alam, dan posisi strategis yang mampu menjadikannya salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.
Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, ajakan memperkuat ketahanan kawasan melalui energi bersih dan sektor pangan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat ASEAN dalam jangka panjang.








