Berburu Tiket Pesawat di Cathay Pasific Travel Fair, Terbang ke Hong Kong  Mulai dari Rp5 Jutaan - Lifestyle Liputan6.com

Tiket penerbangan dari Hong Kong ke Jepang mengalami penurunan harga hingga 80% akibat kepanikan yang dipicu oleh ramalan bencana alam dalam sebuah manga Jepang. Fenomena ini telah mengguncang industri pariwisata dan penerbangan di kawasan tersebut.

📉 Penurunan Tajam dalam Pemesanan Tiket

Menurut laporan dari berbagai sumber, termasuk Travel and Tour World, penurunan harga tiket pesawat dari Hong Kong ke Jepang mencapai 80% sejak Mei 2025. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya minat wisatawan dari Hong Kong untuk berkunjung ke Jepang. Beberapa maskapai penerbangan, seperti Hong Kong Airlines, bahkan terpaksa membatalkan atau mengurangi frekuensi penerbangan ke Jepang akibat rendahnya permintaan.

📚 Asal Mula Kepanikan: Ramalan dalam Manga

Kepanikan ini berawal dari sebuah manga berjudul Watashi ga Mita Mirai (The Future I Saw) karya Ryo Tatsuki. Manga ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1999 dan memuat ramalan tentang bencana besar yang akan terjadi di Jepang. Versi lengkap dari manga ini diterbitkan pada tahun 2021 dan memprediksi bahwa pada 5 Juli 2025, akan terjadi gempa bumi besar yang memicu tsunami setinggi tiga kali lipat dari tsunami yang terjadi pada tahun 2011. The Economic Times+6Le Monde.fr+6朝日新聞+6Gate Checked

Ramalan ini kembali menjadi perhatian publik setelah banyak orang mengaitkannya dengan kejadian bencana alam sebelumnya yang tercantum dalam manga tersebut. Meskipun para ahli geologi dan meteorologi menegaskan bahwa ramalan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan gempa bumi tidak dapat diprediksi secara spesifik, ketakutan yang ditimbulkan oleh ramalan ini telah menyebar luas melalui media sosial dan mempengaruhi keputusan wisatawan. Financial Times

✈️ Dampak pada Industri Pariwisata

Penurunan minat wisatawan dari Hong Kong ke Jepang telah menyebabkan dampak signifikan pada industri pariwisata. Beberapa agen perjalanan melaporkan bahwa harga paket tur ke Jepang turun sekitar 10–20% sebagai upaya untuk menarik minat wisatawan. Namun, meskipun harga turun, banyak wisatawan yang tetap memilih untuk membatalkan atau menunda perjalanan mereka ke Jepang.

Selain itu, maskapai penerbangan juga merasakan dampak dari penurunan permintaan ini. Greater Bay Airlines, misalnya, memutuskan untuk menangguhkan layanan penerbangan ke Tokushima dan Kumamoto selama Juli dan Agustus 2025 karena rendahnya tingkat pemesanan.

🧭 Kesimpulan

Kepanikan yang disebabkan oleh ramalan dalam sebuah manga Jepang telah menimbulkan dampak yang luas, mempengaruhi keputusan wisatawan dan industri pariwisata di kawasan tersebut. Meskipun tidak ada dasar ilmiah untuk ramalan tersebut, efek psikologis yang ditimbulkan cukup signifikan. Hal ini menjadi pengingat pentingnya literasi media dan pentingnya mengandalkan informasi yang kredibel dalam membuat keputusan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan perjalanan.