Konflik Perbatasan Thailand–Kamboja Juli 2025: 200.000 Orang Terdampak, Gencatan Senjata Gagal Bertahan

Update Konflik Thailand-Kamboja: Apa Dampaknya Jika Tak Segera Gencatan  Senjata?

Pada 24 Juli 2025, ketegangan berkepanjangan antara Thailand dan Kamboja di perbatasan yang disengketakan meledak menjadi konfrontasi militer besar-besaran. Dalam lima hari pertempuran sengit, sedikitnya 43 orang tewas dan lebih dari 300.000 orang terpaksa mengungsi dari wilayah perbatasan .Bisnis.com+1Antara News+1Reuters+1The Australian+1

Latar Belakang Konflik

Perselisihan antara kedua negara ini berakar pada sengketa wilayah yang telah berlangsung lama, termasuk klaim atas situs bersejarah seperti Kuil Preah Vihear. Meskipun telah ada upaya diplomatik sebelumnya, ketegangan kembali meningkat pada Juli 2025 akibat insiden ranjau darat yang melukai tentara Thailand dan bentrokan baru-baru ini di sepanjang perbatasan .Antara News+1Antara News+1Bisnis.com

Gencatan Senjata dan Pelanggarannya

Pada 28 Juli, setelah mediasi oleh Malaysia dan dukungan dari Presiden AS Donald Trump, kedua negara sepakat untuk menghentikan permusuhan. Namun, gencatan senjata ini diuji dengan pelanggaran dari kedua belah pihak. Thailand menuduh Kamboja melakukan serangan di beberapa lokasi, sementara Kamboja membantah tuduhan tersebut dan menyerukan mekanisme pemantauan independen .Antara NewsAntara News

Dampak Kemanusiaan dan Ekonomi

Konflik ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sipil, termasuk rumah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. Lebih dari 600 sekolah ditutup di Kamboja, dan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian mereka. Selain itu, sektor perdagangan dan pariwisata kedua negara mengalami kerugian ekonomi yang besar .nationthailand

Reaksi Internasional

Komunitas internasional, termasuk PBB dan negara-negara ASEAN, menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan mengutamakan dialog guna menyelesaikan perselisihan secara damai. Amerika Serikat juga memberikan tekanan dengan ancaman tarif impor tinggi jika ketegangan tidak mereda .Antara News

Langkah Selanjutnya

Perundingan lebih lanjut dijadwalkan pada 4 Agustus di Kamboja, dengan harapan dapat mencapai kesepakatan yang lebih permanen untuk menghentikan permusuhan dan memulai proses rekonsiliasi. Namun, dengan meningkatnya ketidakpercayaan dan kerusakan yang telah terjadi, tantangan besar masih dihadapi dalam upaya mencapai perdamaian yang langgeng.

  • Related Posts

    Teroris Kuasai Wilayah di Afrika Tengah: NATO Tingkatkan Siaga di Flank Selatan

    Brussels–Bangui, 5 Agustus 2025 — Kelompok jihad ekstrem, termasuk afiliasi ISIS dan Al‑Qaeda seperti JNIM (Jama’at Nasr al-Islam wal-Muslimin), dilaporkan memperluas kendali mereka di wilayah Afrika Tengah—terutama di zona Sahel…

    ASEAN: Dampak Saling Balas Tarif antara AS & China dan Implikasinya bagi Ekonomi Regional

    Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China telah menjadi sorotan utama dalam ekonomi global selama beberapa tahun terakhir. Salah satu dampak terbesar dari perselisihan ini adalah serangkaian tarif yang…

    You Missed

    Sahabat Setia – Andien: Kisah Persahabatan Abadi

    Tak Bisa Memiliki – Sammy Simorangkir: Cinta yang Gagal

    Persela Lamongan Tampil Solid, Kalahkan Bhayangkara FC di Kandang

    Arema FC Tunjukkan Ketangguhan Saat Mengalahkan PSIS Semarang

    Firasat – Marcell: Intuisi tentang Cinta yang Hilang

    Judul: “Pertaruhan Tak Terkalahkan: Persija vs Malut United di JIS, Duel Dua Calon Juara dengan Segudang Pemain Brasil”