LOS ANGELES, 20 Juni 2026 – Kemenangan Argentina atas Aljazair di fase grup Piala Dunia 2026 masih menyisakan polemik. Federasi Sepak Bola Aljazair dikabarkan melayangkan keluhan resmi kepada FIFA setelah menilai Lionel Messi seharusnya menerima kartu merah dalam pertandingan tersebut.
Kontroversi bermula dari insiden yang melibatkan Messi dan salah satu pemain Aljazair pada babak kedua. Dalam tayangan ulang, kapten Argentina itu terlihat melakukan kontak yang dianggap kubu Aljazair sebagai tindakan berbahaya. Namun setelah meninjau situasi melalui VAR, wasit memutuskan tidak mengeluarkan kartu merah dan hanya memberikan peringatan ringan sehingga Messi tetap bisa melanjutkan pertandingan hingga usai.
Keputusan tersebut memicu kemarahan pihak Aljazair. Mereka berpendapat bahwa standar penilaian yang digunakan wasit tidak konsisten dengan beberapa kasus lain yang terjadi selama turnamen. Federasi Aljazair menilai insiden itu layak mendapatkan hukuman lebih berat karena berpotensi membahayakan keselamatan pemain lawan.
Dalam surat protes yang diajukan kepada FIFA, Aljazair meminta badan sepak bola dunia tersebut melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit dan penggunaan teknologi VAR pada pertandingan itu. Meski demikian, berdasarkan regulasi kompetisi, protes tersebut tidak akan mengubah hasil pertandingan yang telah disahkan di lapangan.
Dari kubu Argentina, perhatian lebih tertuju pada keberhasilan tim mengamankan tiga poin penting. Lionel Messi dan rekan-rekannya memilih tidak banyak menanggapi polemik yang berkembang. Mereka fokus mempersiapkan laga berikutnya demi memastikan langkah ke fase gugur berjalan mulus.
Perdebatan mengenai keputusan wasit pun terus berlangsung di berbagai media dan kalangan pengamat sepak bola. Sebagian menilai keputusan untuk tidak mengeluarkan kartu merah sudah tepat karena tidak terdapat unsur kekerasan yang disengaja, sementara pihak lain menganggap VAR seharusnya mendorong peninjauan lebih mendalam terhadap insiden tersebut.
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa meskipun teknologi VAR telah diterapkan secara luas, interpretasi terhadap sebuah pelanggaran masih menjadi ruang perdebatan. Dengan nama besar Messi yang terlibat, kontroversi tersebut diperkirakan akan tetap menjadi salah satu topik hangat sepanjang perjalanan Piala Dunia 2026.





