Timnas Uni Emirat Arab (UEA) datang ke Piala Asia 2025 dengan strategi segar yang menitikberatkan pada regenerasi skuad. Pelatih Paulo Bento memutuskan memberi kepercayaan besar kepada pemain-pemain muda berbakat untuk menghadapi turnamen paling bergengsi di Asia ini.
Regenerasi Besar di Skuad
UEA melakukan perombakan signifikan pada skuadnya, menggantikan beberapa nama senior dengan talenta muda dari liga domestik dan akademi top di Dubai serta Abu Dhabi. Nama-nama seperti Ali Saleh (22) dan Khaled Al Baloushi (20) menjadi sorotan karena performa impresif mereka di kualifikasi.
Grup Sulit, Tantangan Besar
Tergabung di grup yang berisi tim-tim tangguh seperti Jepang dan Iran, UEA menyadari tantangan yang dihadapi tidak mudah. Namun, dengan semangat juang tinggi dan kecepatan para pemain mudanya, mereka percaya dapat menciptakan kejutan.
Strategi Bermain Cepat dan Tekanan Tinggi
Pelatih Paulo Bento menyiapkan pola permainan cepat dengan pressing intensitas tinggi. Kecepatan winger dan mobilitas gelandang muda diharapkan mampu mematahkan penguasaan bola lawan, sekaligus membuka peluang serangan balik berbahaya.
Dukungan Suporter dan Target Lolos Grup
Federasi Sepak Bola UEA mengajak ribuan pendukung untuk hadir langsung di stadion, menciptakan atmosfer positif bagi para pemain. Target realistis mereka adalah lolos ke babak perempat final, namun optimisme tinggi tetap terjaga untuk melangkah lebih jauh.
Kesimpulan: Dengan regenerasi total dan semangat pemain muda, UEA membawa harapan baru di Piala Asia 2025. Meski menghadapi lawan berat, mereka siap membuktikan bahwa masa depan sepak bola negara ini berada di tangan generasi baru.