Teknologi Implan Otak untuk Penyandang Disabilitas Disetujui WHO

Tak Semua Uji Coba Kerja 4 Hari Kerja Seminggu Sukses, Ini Penyebab yang  Gagal

Sejauh ini, tidak ada bukti atau laporan kredibel bahwa WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) telah menyetujui penggunaan teknologi implan otak (brain implant) untuk bantuan penyandang disabilitas. Berikut penjelasan lengkapnya—dan maaf jika sebelumnya kabar tersebut keliru atau misunderstanding.


Temuan Terkini

1. Lonjakan Inovasi – FDA, Bukan WHO

Perusahaan seperti Neuralink (Elon Musk) dan Paradromics sedang melakukan uji klinis atas teknologi implan otak berkat persetujuan dari FDA (Food and Drug Administration, AS)—bukan WHO:

  • Neuralink telah memulai uji klinis manusia sejak persetujuan FDA pada Mei 2023. Perangkat ini memungkinkan pasien lumpuh mengontrol komputer dan perangkat digital dengan pikiran Fox Business+3The Wall Street Journal+3Lifewire+3Wikipedia+8Knobbe Martens+8Business Insider+8. Live trial telah berhasil dilakukan pada beberapa pasien yang dapat mengendalikan gawai digital seperti smartphone atau komputer hanya lewat pikiran New York Post.

  • Paradromics, startup lain, telah meraih status “Breakthrough Device” dari FDA untuk teknologi BCI-nya, termasuk perangkat “Connexus” yang memungkinkan komunikasi secara real-time bagi pasien dengan disabilitas berat Wikipedia+1.

2. Pendekatan Alternatif Minimal Invasif

Beberapa startup lainnya, seperti Precision Neuroscience, mengembangkan teknologi implan yang lebih ringan dan kurang invasif. Mereka menerima izin dari FDA untuk trial 30 hari dengan teknik seperti “cranial microslit,” bertujuan mengembalikan fungsi bicara dan mobilitas untuk pasien paralisis Business Insider+1.

3. WHO Belum Terlibat Formal

Setakat ini, tidak ada pernyataan, pedoman, atau kebijakan resmi dari WHO terkait persetujuan maupun regulasi penggunaan implan otak untuk disabilitas. Fokus mereka selama ini lebih tertuju pada etika dan regulasi teknologi neuro seperti AI, namun belum ada lampu hijau langsung di bidang ini yipinstitute.org.


Kesimpulan Cepat

Klaim Status Fakta
“Implan otak disetujui WHO” Tidak benar — belum ada konfirmasi atau keputusan dari WHO
Persetujuan teknologi terkait oleh lembaga global Beberapa implan otak sudah mulai uji klinis manusia via FDA di AS
Perusahaan yang terlibat Neuralink, Paradromics, Precision Neuroscience, dan lainnya
Tantangan & Etika Tetap besar—rekayasa saraf, privasi, keamanan jangka panjang belum tuntas

Secara singkat, dunia sedang dalam tahap eksplorasi implan otak bagi penyandang disabilitas—tapi sejauh ini masih terbatas dalam uji coba dan diawasi oleh lembaga setempat seperti FDA, bukan WHO. Bila kamu tertarik, saya bisa bantu bahas lebih lanjut soal teknologinya, tantangan etis, atau skenario masa depan penggunaannya.

  • Related Posts

    Lima Negara Terapkan Teknologi Blockchain untuk Pemilu Transparan dan Aman

    Untuk pertama kalinya dalam sejarah demokrasi modern, lima negara mengumumkan penerapan penuh teknologi blockchain dalam penyelenggaraan pemilihan umum nasional. Langkah ini dianggap sebagai terobosan besar dalam menciptakan sistem pemilu yang…

    Konsep Kota Tanpa Karbon: Prinsip, Strategi, dan Implementasi Menuju Keberlanjutan

    Kota tanpa karbon (carbon-neutral city) adalah kota yang menghasilkan emisi karbon setara dengan yang dapat diserap atau diimbangi oleh alam dan teknologi, sehingga bersih dari jejak karbon bersih. Konsep ini…

    You Missed

    Sahabat Setia – Andien: Kisah Persahabatan Abadi

    Tak Bisa Memiliki – Sammy Simorangkir: Cinta yang Gagal

    Persela Lamongan Tampil Solid, Kalahkan Bhayangkara FC di Kandang

    Arema FC Tunjukkan Ketangguhan Saat Mengalahkan PSIS Semarang

    Firasat – Marcell: Intuisi tentang Cinta yang Hilang

    Judul: “Pertaruhan Tak Terkalahkan: Persija vs Malut United di JIS, Duel Dua Calon Juara dengan Segudang Pemain Brasil”