China telah meluncurkan satelit internet massal yang dirancang untuk menyaingi jaringan Starlink milik SpaceX. Proyek ini, yang dikenal sebagai konstelasi “Qianfan” atau “Thousand Sails,” bertujuan untuk menyediakan layanan internet global melalui satelit.Dailymotion+4Detik Inet+4Antara News+4Wikipedia+10Reuters+10Wikipedia+10
Latar Belakang Proyek Qianfan
Konstelasi Qianfan dipimpin oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST), sebuah perusahaan yang didukung oleh pemerintah Kota Shanghai dan Akademi Ilmu Pengetahuan China. Proyek ini dimulai pada tahun 2024 dengan rencana untuk meluncurkan lebih dari 15.000 satelit dalam beberapa tahun ke depan. Peluncuran pertama dilakukan pada 6 Agustus 2024, dengan 18 satelit diluncurkan menggunakan roket Long March 6A dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan. Wikipedia+9Wikipedia+9Wikipedia+9digivestasi.com+1Detik Inet+1Wikipedia+3Detik Inet+3Reuters+3
Keunggulan Teknologi dan Kecepatan
Salah satu pencapaian signifikan dari konstelasi Qianfan adalah kemampuan untuk mencapai kecepatan transmisi data hingga 1 Gbps, yang lima kali lebih cepat dibandingkan dengan layanan Starlink saat ini. Kecepatan tinggi ini dicapai berkat penggunaan teknologi canggih seperti Adaptive Optics (AO) dan Mode Diversity Reception (MDR), yang memungkinkan koneksi internet satelit yang cepat dan stabil meskipun berada di orbit geostasioner sekitar 36.000 km di atas Bumi. The Express Tribune
Tantangan dan Hambatan
Meskipun ambisius, proyek ini menghadapi beberapa tantangan. Sejak peluncuran pertama pada Agustus 2024, lebih dari 100 satelit telah diluncurkan sebagai bagian dari dua konstelasi utama, Guowang dan Qianfan. Namun, proyek ini mengalami hambatan seperti tingkat kegagalan peluncuran yang tinggi, keterbatasan kapasitas peluncuran roket, dan keterlambatan birokratis. Selain itu, satelit-satelit ini beroperasi pada ketinggian yang lebih tinggi dibandingkan dengan Starlink, yang dapat meningkatkan risiko tabrakan dan masalah sampah antariksa. Wikipedia+13Wikipedia+13digivestasi.com+13Wikipedia+7WIRED+7AP News+7
Dampak Global dan Strategi Geopolitik
Peluncuran konstelasi Qianfan juga memiliki implikasi geopolitik. China melihat jaringan Starlink sebagai aset strategis yang dapat digunakan untuk operasi militer, seperti yang terlihat dalam konflik di Ukraina. Sebagai respons, para peneliti militer dan pemerintah China sedang mengembangkan strategi untuk menanggapi pengaruh Starlink, termasuk pengembangan alternatif satelit internet seperti Guowang dan Qianfan. Reuters+1AP News+1AP News
Kesimpulan
Dengan peluncuran konstelasi Qianfan, China menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain utama dalam industri internet satelit global. Meskipun menghadapi berbagai tantangan teknis dan politik, proyek ini berpotensi mengubah lanskap komunikasi global dan menjadi pesaing serius bagi Starlink di masa depan.